Tips Mendidik Anak Bersama Nabi

By lrdailyroutine - September 09, 2019





            Dalam agama islam, mendidik anak sebagai generasi penerus garis keturunan sangat amat penting. Tak heran banyak sekali kitab dan buku-buku tentang bagaimana mendidik generasi agar menghasilkan generasi terbaik di semesta. Bahkan ada banyak slogan-slogan tentang menciptakan generasi emas di pakai sekolah-sekolah di Indonesia demi untuk memberitahu pada masyarakat bahwa pendidikan yang diajarakan disana bertujuan untuk menghasilkan generasi-generasi emas yang bermanfaat. Tidak hanyak bermanfaat bagi umat tapi juga bermanfaat bagi seluruh makhluk yang ada di alam semesta.

Hmmmmm....ngomongin tentang manusia yang bermanfaat bagi alam semesta tentunya konkawan muslimin dan muslimat di luar sana sudah tahu sekali siapa yang seharusnya dijadikan contoh dan memenuhi kriteria sebagai pemberi manfaat bagi semesta ini kan?

Yap, beliau tak lain dan tak bukan adalah baginda Rasulullah Muhammad sallahualaihiwassalam (Allahumma solli ‘ala muhammad wa’ala ali sayyidina muhammad). Banyak kisah-kisah beliau yang kesemuanya dapat memberi manfaat buat kita untuk dijadikan pelajaran agar kita bisa selamat di dunia maupun di akhirat. Seperti kita tahu bahwa Allah sendiri menyatakan hal ini di dalam al quran surat Al-ahzab ayat 21.

 لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

Artinya : Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.


Nah sebelum kita memulai tahapan mendidik anak, sebaiknya kita sebagai orang tua terlebih dahulu harus mempersiapkan diri khususnya ibu. Karena bagaimanapun ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya. Ini berarti kita adalah tempat pertama untuk belajar bagi anak-anak kita kelak. Karena itu penting untuk kita merenungi beberapa hal, seperti :

1. Renungi bahwa Anak adalah nikmat yang diberikan Allah kepada kita.
Seperti yang dikatakan Allah di al quran surat Al kahfi ayat 46 :

الْمَالُ وَالْبَنُونَ زِينَةُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَالْبَاقِيَاتُ الصَّالِحَاتُ خَيْرٌ عِنْدَ رَبِّكَ ثَوَابًا وَخَيْرٌ أَمَلًا

Arti : Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan.

Dan pada surat Ibrahim ayat 7

            وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

Arti: Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih".

2. Renungi bahwa Anak adalah perhiasan yang diberikan Allah untuk menguji kita.
Seperti yang dikatakan Allah di al quran surat At Thagobun ayat 15 :

إِنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌ ۚ وَاللَّهُ عِنْدَهُ أَجْرٌ عَظِيمٌ

Arti : Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu), dan di sisi Allah-lah pahala yang besar.

Pelajaran nyata yang bisa diambil dari perenungan ini dapat kita lihat pada kisah nabi Nuh yang terdapat di al quran surat Hud ayat 41-48. Sesungguhnya Allah menyatakan di surat ini bahwa tidak termasuk keluarga siapa-siapa yang tidak beriman kepada Allah. Dan Allah juga memberitahu bahwa anak adalah cobaan yang diberikan agar setiap makhluk selalu berlindung kepada Nya. Sesungguhnya hidayah datangnya hanya atas izin Allah saja (hidayah Taufiq).  

3. Renungi bahwa kesholehan orang tua adalah Modal utama untuk mendidik generasi.

PROSES PENDIDIKAN ANAK


- Sebenarnya proses mendidik sudah harus dilakukan saat anak masih di dalam kandungan. Didikan yang pertama sekali dilakukan adalah dengan banyak melafazkan doa-doa yang banyak, melakukan amal soleh, banyak-banyak mengingat Allah (dengan zikrullah), banyak bersyukur dan bersabar menghadapi masa-masa kehamilan yang sulit karena banyak perubahan yang terjadi pada tubuh sang ibu, dan melakukan aktivitas berbicara dengan calon bayi (utun: bahasa arab untuk memanggil janin dalam kandungan).

- Selalu ikhlas dan terus bertakwa kepada Allah dengan tetap berusaha melakukan kewajiban-kewajiban yang diperintahkan oleh Allah dan menjauhi semua larangannya.

- Selalu belajar untuk jadi orang tua yang baik. Karena orang tua yang selalu belajar ia akan berilmu. Semakin berilmu seseorang maka, semakin akan bisa ia menahan emosinya.


- Selalu bertanggung jawab sebagai orangtua dan selalu ingat bahwa waktu bersama anak adalah merupakan hak dari setiap anak yang dilahirkan.


- Selalu bersabar dan tetap bertakwa. Selalu ingatlah al quran surat Az zumar ayat 10.

قُلْ يَا عِبَادِ الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا رَبَّكُمْ ۚ لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا فِي هَٰذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةٌ ۗ وَأَرْضُ اللَّهِ وَاسِعَةٌ ۗ إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ

Arti :  Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang beriman. bertakwalah kepada Tuhanmu". Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu adalah luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah Yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.

 


- Selalu berlemah lembut dan tidak bersikap kasar. Untuk selalu mempertahankan kelembutan, kita seorang ibu harus sering-sering baca dan ingat al quran surat Ash-Shura ayat 30.

وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ

Arti: Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).


- Selalu menjadi penyayang


- Harus bersifat lunak dan fleksibel. Dengan mempunyai sifat ini, anak akan selalu mencari kita untuk bertukar fikiran dan bertanya tentang apa saja yang ia tidak ketahui. Tapi tetap ingat untuk selalu mengutamakan yang wajib terlebih dahulu ketimbang yang sunnah.


- Mempunyai sifat tidak mudah marah. Dengan selalu beristighfar akan dapat membantu kita dalam mengelola emosi kita. Dan juga jangan lupa ada hadist yang menyatakan bahwa Allah menjanjikan surga bagi siapa saja yang dapat menahan amarahnya.


- Akrab pada anak dan tetap berwibawa. Hal ini dapat dilakukan dengan banyak bertukar fikiran dengan anak. Mempunyai waktu khusus untuk bermusyawarah dan menceritakan tentang hal-hal yang dihadapi. Dan mendengarkan semua yang dikatakan anak dan selalu menjelaskan mana yang benar dan salah pada anak.


KURIKULUM TARBIYATUL ISLAMIYAH

Mendidik generasi agar sesuai dengan syariat sangat amat sulit apabila kita tidak tahu bagaimana caranya. Berikut ini ada beberapa cara mendidik generasi agar nantinya generasi tersebut menjadi generasi emas yang menebar manfaatnya ke seluruh semesta.

1. Mengajarkan tauhid (syahadat) pada anak dengan mengenalkan rukun islam (syahadat, shalat, puasa, zakat dan berhaji bagi yang mampu) dan melakukannya sesuai tuntunan rasulullah.

2. Mengajarkan rukun iman pada anak (percaya pada Allah, percaya pada kitab-kitab, percaya pada nabi & rasul, percaya pada malaikat, percaya pada hari kiamat dan percaya pada qada/takdir baik dan qadar/takdir buruk).

3. Mengajarkan tentang akhlak dengan menceritakan dan memberitahukan tentang akhlak rasulullah pada anak.

4. Mengajarkan bahasa Arab agar nantinya anak lebih mudah memahami makna dari al-quran, hadist dan semua ibadah-ibadah yang dikerjakannya.

5. Mengajarkan dan memberikan ilmu yang bermanfaat bagi dunia dan akhirat sang anak.


Begitulah beberapa cara yang dapat dilakukan orangtua untuk mendidik anak-anaknya dan menghasilkan anak-anak yang dapat memberikan manfaatnya kepada alam semesta.





Source :
Materi Dari kajian Ummu Hani Hafizahullah yang diselenggarakan di aula olahraga lt.2 DISPORA SUMUT tanggal  30 Agustus 2019.

  • Share:

You Might Also Like

13 Comments

  1. ♥ pake banget materi isi kajiannya Lance.
    Semoga nantinya kita dikumpulkan kembali di syurga dengan anak keturunan kelak, Aamiin

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya kak. aamiin ya rabbal alamin. alhamdulillah kearen bsa ikutan. materinya ajib. isinya masyaAllah.

      Delete
  2. Benul, anak sebagai nikmat skaligus ujian penentu surga nerakanya ortu. Di tgn kitalah insyaallah anak² akan jadi saleh atau tholih. Nice share, Lance

    ReplyDelete
    Replies
    1. nah makanya, ini awak ketar ketir ini. insyaAllah bisa membimbing anak keturunan menjadi soleh dan soleha. aamiin

      Delete
  3. Semoga anak-anak kita menjadi anak-anak yg soleh dan soleha, menjadi generasi penerus dan pemimpin-pemimpin yang amanah kelak, Aamiin ya Allah..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin ya allah. saling mendoakan terus ya kak e.

      Delete
  4. Jomblo minta tolong didoakan agar bertemu tulang rusuk ya kaka lanceee 😍

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga disegerakan apa yang selalu disemogakan ya dek una.

      Delete
  5. Bagus banget materi kajiannya ya kak. Ikhlas itu jadi kunci dalam mendidik anak. Jadi nggak merepet dan mengeluh aja bawaan kita sebagai orangtua.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyes kak. emang lah muhammad saw sebaik-baik teladan yang bisa dicontoh kak e. (allahumma solli wassalim wabarik alaik)

      Delete
  6. Jadi pengen mendalami tauhid... 😁😁 Ajak2 kalau ada kajian kak..

    ReplyDelete
  7. Hal paling awal yang wajib kita ajarkan memang Tauhid, agar menereka menjalankan kewajiban bukan karena paksaan tapi karena kecintaan pada RabbNya.

    ReplyDelete
  8. Masyaallah, kak lance bagus ini kajiannya, anak itu rezeki sekaligus ujian buat kita ya, semoga kita bisa menjaga dgn baik amanahnya

    ReplyDelete

Terima Kasih Sudah Membaca. Mohon Jangan Letakkan LINK Hidup.