Review Film "Bohemian Rhapsody"

By lrdailyroutine - January 18, 2019




SPOILER ALLERT....!!!!!


Berawal dari saya sang istri dari Mr.R yang ingin menonton salah satu sinetron yang lagi happening tahun 2019 ini. Awalnya saya sempat beradu argumen "as ussual" dengan sang beliau karena selalu kalau beliau sudah dirumah dan melihat saya menonton sinetron tsb, dia akan terus mengganti chanel televisi dan mengganti channel sinetron favorit saya dengan yang lain. Menonton sinetron yang rumit seperti jalan cerita sinetron tersebut akan buat fikiran yang tadinya ingin beristirahat makin semrawut, tukasnya tiap kali kami beradu argumen tentang perilakunya itu. 

Malam ini Mr. R melakukannya lagi saat saya mulai mengambil remote tv  dan menonton sinetron tersebut. Beliau langsung bergegas mengambil laptopnya dan mengganti source tontonan saya dari tv ke HDMI1 seperti yang terlihat di layar televisi kami. Saat saya ingin mulai berkomentar, langsung muncullah tampilan bertuliskan "Bohemian Rhapsody" di layar tv dan saya pun langsung menutup mulut dan mulai menonton film tsb dengan seksama dengan feeling so excited karena sudah lama saya ingin sekali menonton film ini. Di Indonesia film ini rilis bulan november tahun lalu "2018".

Film "Bohemian Rhapsody" adalah film yang diangkat dari kisah nyata band legendaris asal Inggris yaitu "QUEEN" dan juga tentang fakta mengenai vokalisnya yang terkenal dengan nama Freddie Mercury. Film yang dibintangi oleh Rami Melek (sbg Freddie Mercury), Gwilym Lee sebagai Brian May, Ben Hardy sebagai Roger Taylor, dan Joseph Mazzello sebagai John Deacon juga mendapatkan penghargaan Golden Globe Awards yang ke 76 "The Best Dramatic Film dan "The Best Actor in a Dramatic Film: Rami Malek.



Film yang berlatar tahun 1970 ini mengisahkan tentang pria yang bernama lengkap Farookh Bulsara yang berasal dari orang tua parsi yang berasal dari India. Setelah tumbuh di Zanzibar dan kemudian India, keluarganya pindah ke Inggris saat dia masih remaja. Farookh punya adik perempuan bernama Kashmira. Farookh bertemu dengan Mary Austin dan berpacaran dengannya selama beberapa tahun sampai mereka menyadari bahwa farookh punya kelainan sex. 


Sampai pada akhirnya di salah satu klub malam di Inggris dia bertemu dengan band yang beranggotakan Brian May (gitaris) dan Roger Taylor (drummer) yang malam itu sedang galau karena vokalis band mereka memutuskan untuk keluar dari band. Lalu pada saat itu juga farookh menawarkan diri untuk menggantikan vokalis itu. Dan Farookh kemudian juga mengganti namanya menjadi Freddie Mercury dan begitulah dia dikenal sampai kematian menjemputnya. Kemudian segera setelah John Deacon bergabung di band mereka sebagai pemain bass pada tahun 1971, nama Queen pun tercipta dan disini jugalah debut Queen mulai dirintis. 
Dalam cerita tersebut selama Queen merintis debutnya, Freddie masih terus berkomunikasi dengan Mary Austin dan dia juga sempat "propose" Mary untuk mau menikah dengannya. Tetapi sangat disayangkan karena pada saat yang bersamaan band yang dinaunginya mengharuskannya untuk melakukan tur keliling Amerika dikarenakan single mereka masuk tangga lagu billboard di US. Karena hal tersebut, pernikahan mereka pun ditunda.













Selama tur berjalan, disinilah freddie mulai merasakan ada yang salah dengan dirinya. Dia mulai merasakan ada ketertarikan pada sesama lelaki. Disinilah konflik mulai terjadi, dia pun mulai terlihat menjauhi Mary dan Mary pun merasakan perbedaan tersebut dari perilaku freddie yang tak biasa.  Sampai saat tur band Queen selesai dan single Bohemian Rhapsody pun dirilis, kemudian band tersebut juga berada di puncak karirnya, dia pun mulai berterus terang terhadap mary perihal kelainannya ini. Mary pun juga ternyata sudah merasakan kelainan freddie tersebut jauh sebelum freddie mau mengakui hal tersebut. 

Hubungan antara mereka berdua semakin merenggang. Saat itu freddie masih tidak mau menuruti kelainan seksualnya tersebut. Freddie menginginkan Mary tetap menjadi tunangan dan cinta seumur hidupnya. Tetapi sangat disayangkan Mary belum sebijaksana itu untuk menerima tawaran freddie untuk tetap disisinya dan tidak menghiraukan kelainan tersebut. Mary memutuskan untuk mencari pendamping baru selain freddie.

Saat sedang bergelimang harta freddie merasakan kesepian sekali. Dia merasa dirinya sendiri walaupun dia sedang dan sering berada di keramaian pesta. Disamping itu Paul (sebagai perwakilan band Queen sebelum menggantikan John Reid sebagai manager Queen) melihat peluang untuk mempengaruhi freddie agar dapat menguasai freddie dengan menyeluruh. Dimulai dengan menyingkirkan John Reid (yang dulu pernah menjadi manager Elton John) dengan menjebaknya untuk menawarkan kepada Freddie untuk bersolo karir. Freddie jelas akan menolak hal tersebut karena baginya Queen dan para anggotanya adalah keluarga sejati baginya. 

Setelah itu Paul juga lama-lama dapat menyingkirkan Brian, Roger dan John yang merupakan anggota personel Queen dengan membujuk Freddie untuk hengkang sebentar dari Queen dan mencoba hal baru dengan bersolo karir. Mungkin dengan begitu freddie akan lebih merasakan kebahagiaan daripada kesepian yang sedang merundungnya diakibatkan aktivitas yang rutin yang selama ini dia lakukan dengan Queen. Nah, saat inilah Paul mempengaruhi Freddie dengan berbagai aktivitas Homoseksual yang pada akhirnya menjadi penyebab Freddie mendapatkan penyakit AIDS yang membawanya sampai pada kematian.

Tapi beruntungnya Mary datang menjumpai freddie dan meyakinkannya bahwa, Brian, Roger dan John adalah keluarga sejati Freddie. Paul hanya ingin memanfaatkannya saja. Setelah mendengar pernyataan Mary, freddie pun menegaskan kepada Paul bahwa Paul dipecat saat itu juga kemudian Freddie pun kembali pada band yang membesarkan namanya itu. Sejak saat itu, freddie sudah tidak lagi malu menyatakan pada publik bahwa dirinya memang homoseksual dengan mengenalkan pacarnya yaitu Jim Hutton. Penampilan terakhir freddie dengan band Queen yang ditampilkan di film ini adalah pada Live Aid tahun 1985.

Well, pesan yang saya tangkap dari film ini adalah seberapa pun mewahnya hidup di dunia ini. Seberapa banyak orang yang mengikuti, kita akan tetap membutuhkan teman sejati yang tetap akan ada disamping kit, apapun yang terjadi. Kemudian, jangan pernah meninggalkan orang-orang yang memang membutuhkan keberadaan mu. Mungkin saja kau menjadi alasannya untuk bisa memperbaiki diri.

Di film ini lagu Queen yang ditampilkan dan menjadi andalan didebutnya antara lain adalah, Bohemian Rhapsody, Hammer to Fall, Crazy Little Thing Called Love, We Will Rock You, dan We Are the Champions. Selama ini saya sempat gak percaya dan penasaran kenapa Queen benar-benar selegendaris itu. And now i prove it by myself. Yeap they were genius and make their song with heart. There was a messege and feeling on every lyrics they've created.  Dan saya selalu percaya, tiap pekerjaan yang kita lakuin dengan hati, InsyaAllah juga akan bisa menyentuh hati orang yang melihatnya/mendengarnya.




Queen Asli          II     Queen versi film

Begitu aja dulu ya review film tentang Bohemian Rhapsody nya. Kurang lebih mohon maaf lahir batin. Bagi yang belum nonton siap-siap ikutan karokean tembang-tembang Queen yang tadi saya sebutkan.








  • Share:

You Might Also Like

12 Comments

  1. Ini sih sudah masuk list di artikel 5 film rekomendasi versi ceritajalan.com siat,, iya nontonnya seperti liat konser yaa ahaha

    ReplyDelete
  2. Di balik kesuksesan itu, ternyata ada kehidupan yg sedih 😑 ya mbak

    ReplyDelete
  3. Ada link buat nonton nya gak ya kak? Atau DVDnya hihi

    ReplyDelete
  4. Orang-orang boleh datang dan pergi,tapi yang sejati tak akan rela membiarkan kita sendiri

    ReplyDelete
  5. Lagi dan lagi..
    Cinta "sesaat" yang di luar fitrah memang membuat kesepian dan kehampaan..
    #heleh bahasanya 😂

    ReplyDelete
  6. Asal jgn dijadikan sumber inspirasi bagi LGBT utk membuat dirinya diakui ...

    Btw..banyak memang kan artis yg kaya tapi f bahagia ..

    ReplyDelete
  7. Apapun dirimu prestasi positif mu yang terpenting... recomended nih film. 😃

    ReplyDelete
  8. Aku udah nonton ini keren banget. gimana orang yang pertama disepelekan karena gigi tonggosnya bisa menjadi legenda. yang disayangkan hanya lagu mama saja yang cara dapatin idenya kita tau. lagu yang lainnya gak tau hihi

    ReplyDelete
  9. mksh reviewnya.. but aku kurang ngerti film 'barat' 😅

    ReplyDelete
  10. wih..boleh jg masuk.list film akan ditonton ini..btw thank.u kaka for shrinh

    ReplyDelete
  11. susah memang mencari teman sejati ..

    ReplyDelete