Adab Muslim Terkait “Priority Seating/Courtesy Seating”

By lrdailyroutine - January 08, 2019

(1)

Perlukah di Indonesia tanda “Priority Seating/Courtesy Seating ?


Yuk kita pelajari dulu apa sebenarnya maksud atau makna dari priority/courtesy seating ini.
Dari gambar ilustrasi di atas, jelaslah sudah mengenai perbedaan dari priority seating dan courtesy seating itu. Priority seating adalah kursi/bangku yang diperuntukkan “hanya untuk” penyandang disabilitas. Sedangkan courtesy seating adalah kursi/bangku yang “diberikan untuk” orang-orang yang membutuhkan (orang tua/lansia, ibu hamil, dan yang mempunyai anak bayi/sedang menyusui).


Beberapa negara di dunia, masyarakatnya hanya mengenal istilah priority seating/courtesy seating saja. Sedangkan dibeberapa negara yg lain seperti canada dan negara-negara di eropa, mereka membedakan istilah priority seating dan courtesy seating ini atau dengann kata lain mereka memberlakukan kedua istilah tersebut. 


Di Indonesia sendiri mempunyai dasar hukum terkait Priority seating pada transportasi umum. 

Dasar hukum:
1Undang-undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian
2.  Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan kereta api sebagaimana yang telah diubah oleh Peraturan Pemerintah Nomor 61 Tahun 2016 

Terlepas dari perbedaaan priority/courtesy seating, sebenarnya pemberlakuan istilah-istilah tersebut mempunyai maksud yang sama yaitu ingin memanusiakan masyarakat di negaranya. 

Baiklah, sekarang kita bahas maksud memanusiakan masyarakat itu seperti apa.

Menurut KBBI, 
ma·sya·ra·kat n bermakna sejumlah manusia dalam arti seluas-luasnya dan terikat oleh suatu kebudayaan yang mereka anggap sama: terpelajar ter·pel·a·jar v bermakna manusia yang telah mendapat pelajaran (di sekolah). 

Indonesia adalah negara yang menggalakkan masyarakatnya untuk mempunyai pendidikan. Mulai dari tingkat sekolah dasar sampai sekolah menengah atas, tiap siswa diwajibkan untuk dapat belajar tentang Pendidikan Kewarganegaraan (PKn). Nah salah satu materinya yang terkait masalah memanusiakan masyarakat itu adalah "Tenggang Rasa".


Pengertian tenggang rasa menurut buku-buku PKn yang pernah saya pelajari adalah sikap menghargai dan menghormati perasaan orang lain serta dapat menempatkan diri pada situasi yang dialami orang lain sehingga dapat ikut merasakannya. Dengan mengamalkan tenggang rasa pada kehidupan sehari-hari, masyarakt Indonesia telah mengamalkan sila ke-2 Pancasila yaitu Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab.

Dari pengertian-pengertian tersebut nampaklah bahwa memanusiakan masyarakat berarti menjadikan masyarakat layaknya manusia yang mempunyai akal yang dapat dididik sesuai dengan peraturandan norma-norma yang berlaku di lingkungannya.


Jangan sampai kejadian yang terjadi di Jepang tahun lalu yaitu terjadinya penusukan terhadap penumpang KRL yang tidak memberikan kursi pada lansia (2) terjadi di Indonesia yang masyarakatnya menganut paham pancasila ini.


Dari ajaran islam sendiri, saya ingat ada hadist Rasulullah yang diriwayatkan muslim berbunyi :

وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ يَسَّرَ اللهُ عَلَيْهِ فِي الدُّنْيَا وَلآخِرَةِ
Artinya :

Barangsiapa yang membantu memudahkan orang yang kesulitan, Allah akan memberikan kemudahan baginya di dunia dan di akhirat. (3)
Dikarenakan Indonesia merupakan negara dengan jumlah muslim terbesar di dunia (menurut data BPS dan Pew Reasearch tahun 2010) dan dengan seluruh pendidikan yang telah diperoleh semasa sekolah mengenai tenggang rasa tadi maka,


masih perlukah adanya penggalakan terhadap tanda Priority Seating ini di Indonesia?





PS.

Jadi, Yuk mari kita galakkan pengamalan sikap tenggang rasa seperti pemerintah sekarang yang sedang menggalakkan sikap toleransi.

Buat yang muslim, sebaiknya kita juga harus terus belajar tentang ilmu Islam sampai jasad ini tak lagi bernyawa. InsyaAllah, program memanusiakan masyarakat akan terwujud dan tercapailah kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat. 





Source :

1. https://www.barrie.ca/Living/Getting%20Around/BarrieTransit/Pages/CourtestySeating.aspx
2. www.google.co.id/amp/s/m.liputan6.com/amp/3284270/tak-beri-kursi-prioritas-pada-lansia-penumpang-krl-ditusuk
3. hadist riwayat muslim no.2699  





  • Share:

You Might Also Like

32 Comments

  1. Iya kak.
    Bahkan diberi tanda priority aja, tetap dilanggar. Cuek bebek. Pura2 gila.
    Apalagi di t4 hiburan.
    Saya dan anak2 sering duduk nunggu di karpet.
    Anak2 seneng kayak di rumah dibuatnya 😂

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahhaa, kita pun pura-pura buta aja duduk dibangku yang ada orangnya kak e. biar impas. hahahahha

      Delete
  2. Nah... untuk Medan kayaknya perlu perhatian. Saya punya pengalaman naik Mebidang, yang dulunya saya pikir sama kyak TJ. Ternyata perhatian buat yg "courtesy seat" kurang banget. Contoh d TJ aja yang ramenya naudzubillah di jam sibuk. Kalo orang tua atau ibu hamil itu slalu jadi prioritas. Bahkan kondektur ikut ngatur. Disini kondekturnya cuma buka tutup pintu sama ngutip duit. Sampe ada yg ngeleseh d lantai juga d biarin. #elus2dada liatnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. adab nya memang masih belom 100% terdidik yakan kak e? #miris

      Delete
    2. miris banget ya, wajar lama maju negara kita, membiasakan hal kecik begitu saja tidak mampu apalagi menerima hal besar, ketakutan saya rasa.

      Delete
  3. Di Indonesia sangat perlu Priority Seating dan Courtesy Seating. Perlu belajar dari Singapura karena Bandara dan MRT di Singapura sudah ada keduanya. Bahkan para warganya kalau liat Lansia, selalu mendahulukan lansia padahal ada kursi khusus lansia, ibu hamil, anak anak.

    Tulisan bagus kak... Keren

    ReplyDelete
    Replies
    1. This comment has been removed by the author.

      Delete
    2. kalau menurut ku malah bukan tanda itu yg perlu digalakkan saat ini, karena kebutuhan masyarakat indonesia sekarang lebih kepada kurangnya pelajaran dan pengamalan adab/perilaku yang baik "adab manusia" yang seharusnya. Lihat aja dengan maraknya anak tik tok dll, kayaknya tiap orang sekarang berlomba-lomba menunjukkan adab yangtidak biasa yang lebih kepada berperilaku yang kurang wajar supaya dikenal dan dapat populeritas aka.pencitraan dari masyarakat.

      masyaallah tabarakallah walhamdulillah kalau tulisan ini bermanfaat ya bang. terus belajar dan belajar lagi. terus akunya diajarin yang banyak ya bang @bocahudik.

      Delete
    3. perlu ada petugas yang mampu mensosialisasikan langsung bahkan mengur langsug di lapangan untuk hal begini, jadi tidak ada penyalahgunaan fasilitas begini oleh anak muda yang sehat senotsa.

      Delete
    4. iya juga. kaya sekuriti pengoreksi adab yakan kak e.. hehehe

      Delete
  4. bagus, kak, karena masih jarang yang melaksanakannya. Tapi, saya pribadi pernah kagum dengan sikap seorang bapak-bapak yang mempersilahkan saya duduk, ketika naik kereta di jakarta.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya kak, kebanyakan di pulau jawa mindset nya udah masyaallah terbangun adab yang baik kak. makanya gak akaan jarang nemui kejadian kyk begitu di pulau jawa sana, walaupun gak sedikit juga yang cuek bebek dengan sekitar.

      Delete
  5. Ada juga sih kak hadits ttg berlapang lapang dalam majelis.

    ReplyDelete
  6. Good pake sumber data,, bisa di share artikel nya di blog sum.web aja dek

    ReplyDelete
  7. Hal2 seperti ini yang harus lebih diperhatikan lagi di Negara kita kak.

    ReplyDelete
  8. hiks.. pernah merasakannya. rempong bw anak kecil tapi disuruh berdiri.

    ReplyDelete
    Replies
    1. yang sabar ya kak e. semoga anak-anak kita dapat kita ajari untuk memperbaiki adab yang tidak baik tersebut ya kak. aamiin.

      Delete
  9. iya,, dalam islam diajarin, tapi praktekny malah duluan yg bukan islam ,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dikarenakan pendidikan islam mengenai ini tidk digalakkan kak e. Terkadang kalau remaja atau orang dewasa ingin menambah ilmu islam, orang tua pada takut kalau-kalau anaknya bakal ikut aliran sesatlah, dll. Sebenarnya mudah saja sih untuk menanggulangi beredarnya aliran sesat ini, ya orang tua dapat memberikan info tempat kajian yang baik yang menurut orang tua itu aman untuk diikuti oleh anak-anaknya. Atau dengan membersamai anak-anaknya saat ikut kajian, Bukan mencegah anaknya ikut kajian ilmu islam.

      itu sih kak menurut saya. hehehee.....

      Delete
  10. Replies
    1. sip. semoga nanti bisa lebih digalakkan adab-adab baik di indonesia, khusunya di medan ya kak e.

      Delete
  11. negara ini sudah banyak studi banding keluar negeri, tapi bab beginian mereka gak mampu mensosailisankan kepada masyarakat secara menyeluruh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe....yuk dimulai dari kita yuk kak. bismillah bisa

      Delete
  12. apa mungkin karena ganti kurikulum. dari PP (pendidikan pancasila) menjadi PPKN (pendidikan pancasila dan kewarganegaraan) > ini masi bagus karena ada pancasilanya. lalu berubah menjadi PKN (pendidikan kewarga negaraan) > udah ilang pancasilanya. dan sekarang gak tau deh jadi apa, atau maso ada gak ya pelajaran ini

    ReplyDelete
    Replies
    1. well, mungkin juga bang. tapi semoga bisa dimulai dari kita dan kelompok kita ya bang untuk aware tentang ini.

      Delete
  13. jangankan priority seating kak, hal sesimple larangan buang sampah aja masih banyak yang 'buta'.

    ReplyDelete